Deteksi Hepatitis Virus Hanya Sehari (dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, SpPK)

Deteksi Hepatitis Virus Hanya Sehari (dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, SpPK)
Sumber : dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, SpPK / Laboratorium klinik CITO Grup-12, SUARA MERDEKA, 20 Juni 2005.
 
HATI, organ tubuh manusia yang memiliki berbagai fungsi. Antara lain metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, mengontrol pembekuan darah dengan menghasilkan faktor-faktor pembekuan darah, metabolisme hormon misalnya estrogen, testoteron, Vitamin D, membantu penyerapan makanan dan pusat detoksikasi zat-zat beracun dalam tubuh.
 
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus, bakteri, penyakit autoimun, racun dan lain sebagainya. Virus Hepattis sebagai penyebab Hepatitis, virus telah banyak mengalami perkembangan. Namun demikian untuk mendeteksinya kini dapat sehari jadi. Saat ini, telah ditemukan jenis-jenis virus hepatitis antara lain virus Hepatitis A, B, C, D, E, G dan TT (masih dalam tahap penelitian).
 
Hepatitis B, bahkan telah ditemukan jenis mutant Hepatitis B. Jenis virus yang terbanyak ditemukan di masyarakat adalah Hepatitis Virus A, B dan C. Sementara Hepatitis virus D, pada umumnya ditemukan bersama-sama Hepatitis virus B, baik berupa koinfeksi (masuk ke dalam tubuh bersama-sama virus Hepatitis B pada penderita yang belum terpapar virus) maupun superinfeksi (masuk kedalam tubuh penderita yang telah terpapar virus Hepatitis B).
 
Jalur penularan Hepatitis Virus  tersebut berbeda-beda. Virus Hepatitis A dan E, umumnya ditularkan melalui saluran pencernaan, sedangkan virus Hepatitis B, C, D dan G umumnya ditularkan melalui aliran darah (misalnya : transfusi, narkoba, hemodialisa), hubungan seksual dengan pasangan yang terpapar, penetrasi jaringan (misalnya : akupunktur, sikat gigi, tertusuk jarum yang terkontaminasi virus).
 
Proses perjalanan penyakit pada Hepatitis Virus A dan E umumnya akut (penderita sembuh kurang dari 6 bulan), sedangkan Hepatitis Virus B, C dan D pada umumnya kronis (penderita belum sembuh dalam waktu lebih dari 6 bulan), meskipun untuk hepatitis B juga dapat bersifat infeksi akut.
 
Endemis
 
Indonesia merupakan daerah endemis untuk virus Hepatitis A, B dan C. Menurut CDC Sentinel Study of Viral Hepatitis, prevalensi Hepatitis kronik maupun carrier di Indonesia adalah tinggi yaitu lebih dari 8 %. Artinya kemungkinan untuk terpapar infeksi Hepatitis B Virus cukup tinggi.
 
Berbagai upaya telah dilaksanakan antara lain vaksinasi Hepatitis A, B, pemeriksaan penyaring pada produk-produk transfusi, hemodialisa, dan penggunaan peralatan kesehatan terutama jarum sekali pakai serta masih banyak upaya lain.
 
Perkembangan teknologi laboratorium klinik, saat ini telah memungkinkan para penderita yang dicurigai oleh dokter mengalami infeksi hepatitis virus dapat segera mengetahui penyebab virus hepatitis yang dideritanya. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mengetahui apakah penderita mengalami hepatitis virus A, dapat segera dideteksi dengan pemeriksaan IgM-HAV
 
Pemeriksaan laboratorium untuk melacak adanya infeksi Hepatitis B, antara lain dengan :
  • HBs-AG, Untuk mendeteksi adanya antigen virus dalam tubuh, sebagai penanda awal infeksi Hepatitis B
  • Anti HBs, Untuk mendeteksi adanya kekebalan atau antibodi terhadap virus Hepatitis B
  • IgM Anti HBc, Untuk mendeteksi antibodi terhadap HBc-Ag (penanda pernah terinfeksi Hepatitis B)
  • HBe-Ag dan Anti Hbe, Untuk mendeteksi apakah sedang terjadi replika virus aktif atau tidak dalam tubuh penderita.
  • HBV DNA kuantitatif, Untuk mengetahui seberapa besar proses replikasi virus sedang terjadi di dalam tubuh. Tetapi hanya dilakukan bila penderita terinfeksi Hepatitis B, sehingga dapat ditemukan pada tipe mutant.
 
Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk melacak hepatitis virus C antara lain dengan :
 
  • Anti HCV, Untuk mengetahui apakah penderita terpapar Hepatitis C
  • HCV RNA Kuantitatf, Untuk mengetahui seberapa besar aktivitas Virus Hepatitis C
 
Saat ni, hasil pemeriksaan immunologi untuk deteksi Hepatitis virus tersebut selain HBV DNA dan HCV RNA, dapat diketahui segera (one day service/sehari jadi). Perkembangan di bidang diagnostika laboratorium tersebut, tentunya akan mempercepat penanganan oleh dokter, sehingga dapat diambil langkah-langkah yang tepat bagi penderita Hepatitis A, B maupun C.
 
—- end.