Hamil Dengan Hepatitis B (Dr. Med. Damar Prasmusinto, SPOG)

Hamil Dengan Hepatitis B (Dr. Med. Damar Prasmusinto, SPOG)

Sumber : Anakku / edisi 02 / IV / Februari 2008-03-13

Tanya Jawab : Dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Jakarta)  

”Dok, saya hamil dan HbsAg positif. Apa artinya, anak saya akan terinfeksi hepatitis B?”  

Pertanyaan ini kerap muncul diruang praktek dokter. Benarkah bila ibu hamil terinfeksi hepatisis B lantas si bayi akan terkena infeksi yang sama?   

Penularan vertikal dari ibu ke bayi memang merupakan salah satu cara penularan hepatitis B selain melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik bersama. 10-20% bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif dan 90% bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg dan HbeAg positif akan terinfeksi hepatitis B.  

Bahaya hepatitis B  

Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B akan sembuh sendiri dan tidak menetap menjadi kronik. Seseorang yang terinfeksi dari kecil, apalagi dari lahir memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi kronik. Hanya 2 – 6% orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B yang akan berkembang menjadi kronik; namun bila infeksi terjadi pada anak di bawah 5 tahun, 60% kasusnya akan menjadi kronik; sedangkan bila infeksi terjadi pada bayi, 90% kasus akan menjadi kronik.    

Hepatitis kronik dapat berkembang menjadi sirosis di mana pada hati akan terbentuk jaringan parut, ukurannya mengecil, dan terjadi gangguan fungsi hati. Lebih parah lagi, dalam 20 tahun sirosis dapat berkembang menjadi kanker hati (hepatoma). 

Rekomendasi untuk perempuan  

Advisory Committee on Immunization Practice, mereka merekonmendasikan semua perempuan hamil diperiksa HbsAg pada masa kehamilan awal.    

Setiap bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif atau ibu yang HbsAg-nya tidak diketahui, harus mendapat vaksin hepatitis B dan HBIG (hepatitis B Immunoglobulin). Booster vaksin hepatitis B kemudian diberikan dua kali yaitu saat bayi berusia 1 bulan dan usia 3-6 bulan. Setelah vaksin diberikan lengkap, maka pada usia 9-18 bulan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan HbsAg dan anti-HBs. Bila pemeriksaan anti-HBs dilakukan sebelum usia 9 bulan, bisa jadi anti-HBS positif akibat pemberian HBIG dan bukan antibodi yang dihasilkan oleh si bayi.    

Bolehkah menyusui ?   

Asalkan si kecil sudah mendapatkan HBIG dan vaksin hepatitis B selama 12 jam pertama kelahiran, makan Anda dapat menyusui tanpa khawatir si kecil tertular. Awasi juga keadaan puting Anda, jangan sampai terluka atau lecet. Setiap selesai menyusui, bersihkanlah dengan air hangat tanpa sabun. Sabun dapat membuat kulit kering dan mudah luka.  

Hepatitis akut selama kehamilan  

Infeksi hepatitis B kadang tidak disadari karena hanya menimbulkan demam ringan. Hanya 30% penderita yang mengalami kuning, mual, muntah dan nyeri perut kanan atas. Oleh karena itu, diagnosis ditegakkan dengan mengandalkan pemeriksaan darah yang spesifik untuk hepatitis B (HbsAg, anti-HBs) dan fungsi hati yaitu enzim SGOT dan SGPT.  

Infeksi hepatitis B tidak menyebabkan kematian atau  kecacatan pada janin. Namun infeksi saat kehamilan kerap berkaitan dengan berat lahir rendah dan lahir prematur. Penularan ke bayi lebih besar terjadi jika ibu terinfeksi pada trimester ke tiga, yaitu 10% pada trimester pertama dan 60-90% pada trimester ketiga.    

—– end