Sumber : Info Medistra Vol.3 / Juni 2009
Ditulis oleh : dr. C.Rinaldi A.Lesmana, Sp.PD
FIBROSCAN merupakan alat untuk menilai kerusakan yang terjadi di dalam hati. Fasilitas terbaru ini dapat menjadi alternatif pemeriksaan biopsi hati yang cukup invasif.
Meskipun teknik pengerjaannya sangat mudah, lebih mudah daripada pemeriksaan ultrasonografi dan juga tidak perlunya persiapan seperti puasa. Tetapi, yang mengoperasikan alat ini haruslah seseorang yang sangat mengerti untuk menjelaskan interpretasi hasilnya.
Dalam hal ini seorang dokter spesialis penyakit dalam yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dan mengerti betul mengenai penyakit hati ataupun dokter ahli penyakit hati yang juga harus mendapatkan pelatihan sebelumnya.
Di Perancis, perawat yang sudah mendapatkan pelatihan dan bersertifikasi dapat mengoperasikan alat ini. Namun, dokter adalah orang yang memberikan penjelasan mengenai arti dari hasilnya. Karena hasil ini, selain dapat menyimpulkan sesuatu tetapi juga harus dikombinasi dengan hasil-hasil laboratorium lainnya.
Selain itu, harus juga diketahui, alat ini baru divalidasi untuk hepatitis C. Sedangkan untuk hepatitis B dan penyakit hati lain (perlemakan hati) belum divalidasi. Oleh karena itu, untuk hepatitis B alat ini tetap saja bisa digunakan untuk memprediksi dengan melihat hasil-hasil yang lain seperti USG, fungsi hati, dan jumlah keaktifan virus.
Dengan adanya alat ini bukan berarti tidak perlu lagi dilakukan biopsi hati tetapi apabila ada hasil yang kurang berkesinambungan tetap sebaiknya si pasien menjalani pemeriksaan biopsi hati yang saat ini masih digunakan sebagai pemeriksaan baku emas di seluruh dunia.
* Gambar diambil dari : www.chonglap.com
—– end