Ditulis oleh : Edhie Purwanto (Ketua Yayasan Budi Lukmanto, Staf pengajar Universitas “BINA NUSANTARA”)
Pemimpin, buat organisasi bisnis maupun organisasi politik menjadi posisi cukup penting, dibutuhkan dan dapat dikatakan memiliki peran kunci. Keberadaannya menjadi bagian penting bagi keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai sukses yang diinginkan.
Konsep berikut merupakan sebuah konsep esensi dari sebuah kepemimpinan yang akan menentukan keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa organisasi kepada sukses yang diharapkan.
Ada empat hal yang menjadi bagian penting dari sebuah kepemimpinan :
-
Rasio : pengertian rasio disini adalah kemampuan seorang pemimpin dalam berfikir teknis dan strategis. Memiliki kemampuan berfikir pemecah masalah, juga sebagai path finder (penemu terobosan). Rasio yang dimiliki paling tidak memberi keyakinan akan keberhasilan yang akan diraih dalam periode waktu yang sudah diperhitungkan.
-
Interpersonal : kemampuan leadership, memberikan dorongan atau motivasi kepada anak buahnya. Memiliki kemampuan komunikasi yang handal sehingga dapat mempengaruhi anak buahnya. Mampu memberikan keteladanan dan ketegasan dalam mengambil keputusan, tentunya setelah memperhitungkan segala hal secara komprehensif.
Dengan memiliki dua hal penting di atas, seorang pemimpin akan memiliki apa yang disebut dengan kepercayaan (trust) pada tingkat awal. Kepercayaan dalam mengelola aset organisasi yang tentu memiliki nilai besar. Kepercayaan untuk mempergunakan anggaran yang sudah ditentukan kegiatan operasional. Kepercayaan yang diberikan menjadikan pimpinan memiliki otoritas penuh astas jalannya organisasi.
Terkadang kepercayaan yang timbul mampu mengangkat harga per unit saham dari organisasi bisnis yang dikelolanya, jika merupakan perusahaan publik.
Kepercayaan yang dimiliki tersebut harus dilandasi satu hal yang sangat penting yaitu integritas :
3. Integritas : bersumber kepada karakter atau moral, tanpa integritas yang baik, seorang pemimpin akan kehilangan interpersonalnya. Ketika seorang pemimpin sudah tidak lagi memiliki interpersonal, maka kepemimpinannya menjadi tidak efektif, karena sudah kehilangan kepercayaan yang dimiliki sebelumnya.
Seringkali seorang pemimpin mendapatkan ujian terhadap integritasnya. Ketika tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan semakin besar, semakin besar pula ujian yang harus dilewatinya. Kesempatan-kesempatan untuk melakukan penyimpangan semakin terbuka, kemampuan pemimpin untuk dapat melewati godaan-godaan tersebut tergantung kepada moral dasarnya.
Banyak sekali pemimpin-pemimpin yang sebelumnya dikatakan hebat, memiliki pendidikan tinggi, mampu memberikan hasil-hasil nyata, namun apa yang sudah mereka bangun selama memimpin akan hancur selamanya, ketika mereka tidak bisa menjaga integritasnya.
Seorang pemimpin tidak bisa hanya memiliki satu bagian saja, yaitu rasio untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif harus memiliki kedua bagian tersebut dan dilandasi oleh integritas.
Dua hal tersebut diatas yang menghasilkan kepercayaan kemudian dilandasi dengan integritas haruslah di sinergikan secara ber-kesinambungan kepada tujuan organisasi.
Tidak kalah penting seorang pemimpin harus memahami arti dari kesuksesan yang menjadi tujuan. Sukses berarti semua konstituen (pengikut) yang dia miliki ‘puas’ ketika dia memimpin.
4. Konstituen : pengikut, dimana menjadi tujuan seorang pemimpin untuk memberikan ‘kepuasan’ ketika dia memimpin. Ukuran relatif kepuasan harus ditetapkan sebagai indikator keberhasilan pemimpin.
Jika pengikut mendapatkan kepuasan relatif yang diinginkan, maka secara otomatis akan memberikan feed back/umpan balik positif dalam bentuk bermacam-macam tergantung siapa pengikut tersebut.
Manajemen perusahaan akan memberikan umpan balik dalam bentuk kepercayaan dan tugas-tugas yang lebih besar menantinya.
Dirinya sendiri tentu akan mendapatkan kenaikan pangkat dan penghasilan yang memadai karena keberhasilannya. Tingkat hidup keluarganya akan menjadi lebih baik.
Anak buah akan memberikan umpan balik dalam bentuk dukungan untuk mewujudkan tujuan supaya lebih terwujud karena mereka memiliki motivasi yang sama dengan pemimpinnya.
Keluarga akan memberikan umpan balik dalam bentuk dukungan, semangat dan kepercayaan. Sehingga tugas yang diemban oleh seorang pemimpin berat akan terasa menjadi lebih ringan.
Jika seorang pemimpin mampu tetap menjaga moral dasarnya, tentu Yang Maha Kuasa juga senang melihat seorang umat Nya mampu memberikan terbaik yang dimilikinya bagi orang lain, dan segala usaha yang direncanakan oleh seorang pemimpin tentu akan makin dilapangkan Nya.
—– end