Hepatitis adalah kerusakan parenkhim hati, disertai dengan infiltrasi sel-sel radang dan gangguan fungsi hati serta menimbulkan gejala klinis yang disebabkan oleh virus hepatitis. Virus hepatitis yang saat ini ditemukan dan pathogen pada manusia adalah :
- Virus Hepatitis A (VHA)
- Virus Hepatitis B (VHB)
- Virus Hepatitis C (VHC)
- Virus Hepatitis D (VHD)
- Virus Hepatitis E (VHE) 1,2
Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) merupakan penyebab hepatitis yang sering dijumpai. Hepatitis B dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan diseluruh dunia, dimana lebih dari 400 juta penduduk termasuk 1,25 juta penduduk Amerika Serikat menderita kronik hepatitis B. Kronik hepatitis B di Amerika Serikat pada tahun 1998 menyebabkan terjadinya 5000 kematian tiap tahun, yang diakibatkan oleh sirosis hati dan hepatocellular carcinoma. 3,4
Virus hepatitis B dapat dijumpai di dalam darah dengan konsentrasi yang tinggi dan dapat juga dijumpai pada cairan tubuh yang lain seperti semen, cairan vagina dan air liur (saliva) dengan konsentrasi yang rendah dan penularan virus hepatitis B dapat terjadi dengan cara yaitu :
- Horizontal
- Vertikal
- Hubungan sexual : Heterosexual dan homosexual laki-laki 1,2,4,5 Penularan virus hepatitis B melalui hubungan sexual , erat kaitannya dengan pola perilaku hubungan sexual seperti hubungan sexual laki-laki, kontak seksual oro-genital dan anal-genital 5-7
Virus hepatitis B, merupakan famili dari Hepadnaviridae. Dengan menggunakan mikroskop elektron dapat dilihat tiga jenis partikel yang berbeda dalam darah manusia yaitu :
1. Partikel berbentuk bulat dengan diameter 20-22 nm.
2. Partikel berbentuk batang dengan diameter kurang lebih 20 nm, panjang 50-250 nm.
Kedua bentuk diatas tidak mengandung asam nukleat, diduga hanya merupakan lapisan lipoprotein luar dari virus hepatitis B.
3. Partikel Dane dengan diameter kurang lebih 42 nm yang mengandung asam nukleat dan merupakan virus hepatitis B yang lengkap.
Komponen lapisan luar disebut hepatitis B surface Antigen (HBsAg). Didalam inti (core) partikel Dane terdapat genome dari virus hepatitis B yaitu sebagian dari molekul tunggal dari DNA spesifik yang sirkuler. Di dalam inti (core) virus hepatitis B juga mengandung enzim yaitu DNA polimerase. Bagian core yang juga disebut nucleocapsid juga mengandung 2 antigen lainnya yaitu “core” antigen (HBcAg) dan “e”antigen (HBeAg) yang merupakan protein sub unit dari HBcAg. 3,7,8
Di London selain prostitusi, penularan hepatitis B secara heterosexual, menunjukkan tingkat penularan hepatitis B akut atau kronik sebanyak 40 % kepada pasangan sexualnya yang non-immune.5
Di India dan Tanzania, negara dengan prevalensi virus hepatitis B kronik yang medium (1-5 %), di klinik STD dijumpai tingkat yang lebih tinggi.5
Di Tanzania, dari hasil penelitian diperkirakan hepatitis B yang di dapat melalui hubungan sexual pada orang dewasa, dijumpai pada laki-laki sebanyak 7,2 % dan wanita 3,0 %. 5
Penelitian pada group homosexual laki-laki di Amerika Serikat dan Eropa, ditemukan 50 % atau lebih menderita infeksi dan HBsAg yang positif meningkat sebanyak 6 %. 5
Hutapea N.O (Juni 1992) melaporkan dari 100 serum pekerja sex komersial di Parloha dan Bandar baru, dijumpai prevalensi HbsAg yang positif : 9 (9%) dan anti HBs : 22 (22%). 9
Penyakit hepatitis B ini dapat ditularkan kepada semua orang dan semua kelompok umur. Penularan virus hepatitis B dapat melalui cara yaitu :
1. Penularan secara horizontal
Penularan ini dapat melalui transfusi darah yang terkontaminasi dengan virus hepatitis B dan pada orang yang sering mendapat hemodialisa.
Virus hepatitis B dapat juga masuk kedalam tubuh kita melalui luka atau lecet pada kulit dan selaput lendir misalnya tertusuk jarum, mendidik telinga, pembuatan tattoo, pengobatan tusuk jarum (akupungtur), kebiasaan menyuntik diri sendiri menggunakan jarum yang tidak steril (drug abuser) dan penggunaan alat kedokteran dan alat perawatan gigi yang disterilisasi kurang sempurna. 1,6,8,10
2. Penularan secara vertikal
Penularan virus hepatitis B dari seorang ibu hamil yang mengidap virus hepatitis B kepada bayi yang dilahirkannya 1,6,8
Beberapa faktor penyebab tingginya resiko homosexual laki-laki mendapat infeksi virus hepatitis B yaitu :
- Hepatitis B surface antigen (HBsAg), dapat dijumpai pada akut maupun kronik hepatitis.
- IgM antibodi terhadap hepatitis B core antigen (IgM anti-HBc), untuk mendiagnosis akut hepatitis (kurang dari 6 bulan).
- IgG antibody terhadap hepatitis B core antigen (IgG anti-HBc) yang disertai HBsAg yang positif, menunjukan kronik hepatitis B.
- Antibodi terhadap HBsAg (anti HBs), dihasilkan sejalan dengan perbaikan infeksi dan setelah dilakukan immunisasi / vaksinasi hepatitis B.
- Hepatitis B e antigen (HBeAg), berhubungan dengan tingginya level dari replikasi virus dan disebut dengan “marker of infectifity “.
- Hepatitis B antibody (anti-Hbe), menunjukkan replikasi virus rendah.
- HBV DNA, menunjukkan replikasi virus yang sedang aktif, yang biasanya digunakan untuk memonitor respon dari hasil pengobatan hepatitis B. 3, 7.
- Diet. Dianjurkan diet tinggi kalori, protein dan lemak secukupnya (diet hati).
- Latihan/Kerja. Penderita yang asimtomatis dapat bekerja dan berolahraga seperti biasa, bila sudah timbul sirosis hati hindari latihan berat.
- Alkohol. Hindari minum alkohol oleh karena bersifat hepatotoksik. 8
- Seluruh infants.
- Remaja 11-12 tahun.
- Petugas kesehatan yang beresiko terpapar dengan darah atau penggunaan jarum suntik.
- Staf pada perawatan cacat mental.
- Pasien hemodialisa.
- Homosexual laki-laki yang aktif.
- Heterosexual laki-laki dan wanita yang aktif (dengan riwayat penyakit sexual atau mempunyai pasangan sexual yang banyak).
- Pencandu obat (obat suntik).
- Penerima donor darah.
- Pasangan suami istri yang salah satu pasangan sexualnya merupakan virus Hepatitis B yang carrier.
- Anak-anak yang diadopsi dari negara endemik virus hepatitis B.
- Infants yang lahir dari ibu dengan vrus hepatitis B positif.
- Petugas kesehatan yang yang terpapar dengan darah melalui cara percutaneous atau mukosa.
- Pasangan sexual dari seseorang yang menderita akut hepatitis B. 7
- Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan sexual, yang dapat dijumpai pada homosexual laki-laki dan heterosexual.
- Untuk mengurangi jumlah penderita hepatitis B, dilakukan tindakan pencegahan dengan cara yaitu :
- Tarigan P. Penularan Hepatitis B Melalui Kontak Seksual; Dalam Penyakit yang ditularkan Melalui Hubungan Seksual Karena Virus, Hutapea N.O, amsi R.R, Ari TSN, editor, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, !995: p101-9.
- Warouw WFT. Hepatitis B. Dalam Penyakit Menular Seksual, edisi ke dua, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,2003: p 151-56.
- Lin KW, Kirchner JT. Hepatitis B. American Family Physician, Jan 1 2004; 69, 1; health & Medical Complete pg 75.
- Workowski K, Levine WC. Sexually Transmitted Diseases Treatment Guidelines 2002.
- Brook MG. Sexually acquired hepatitis. Sex Transmitted Infection, 2002;78:235-40.
- Brook MG. Sexual Transmission and prevention of the hepatitis Viruses A-E and G. Sex Transmitted Infection, 1998;74:395-98.
- Lemon MS, Alter MJ. Hepatitis B. Dalam Sexually Transmitted Diseases: Holmes K.K editors,Third edition, McGraw-Hill, 1999:p 365-75.
- Hadi S. Hati. Dalam Gastroenterologi. Penerbit Alumni Bandung, 1995 : p 484-575.
- Hutapea N.O, Zulilham, Mahran. Infeksi Virus Hepatitis C (VHC) Diantara WTS Lokalisasi Parloha Dan Bandar Baru Sumatera Utara.KONAS VII PERDOSKI, Bukit TInggi, 1992, p 376-79.
- Schreiber GB, Busch MP. The Risk Of Transfusion-Transmitted Viral Infection, The New England Journal of Medicine,Vol 334, June 27, 1996.
- Ganem D, Prince AM. Hepatitis B Virus Infection- Natural History and Clinical Consequences. The New England Journal of Medicine,350; 11, March 11, 2004.
- Lemon MS, Thomas DL. Vaccines To Prevent Viral Hepatitis. The New England Journal of Medicine.vol 336, No 3, January 16, 1997.