Sumber dari Leaflet Laboratorium Klinik Prodia
Hepatitis berarti peradangan yang terjadi pada sel-sel hati. Hepatitis B merupakan peradangan sel-sel hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB).
Jumlah Pengidap HEPATITIS B
Virus hepatitis B telah menginfeksi lebih dari 350 juta orang di dunia atau kurang lebih 5 % populasi dunia.Asia Tenggara merupakan daerah dengan angka kejadian hepatitis B yang tinggi, sementara di Indonesia ditemukan prevalensi antara 3-20 %. Infeksi Hepatitis B pada anak umumnya tidak memberikan gejala Klinik sehingga seringkali tidak diketahui.
Apa Gejalanya ?
Pada bayi dan anak-anak, penularan dapat terjadi secara vertikal maupun horizontal. Penularan secara vertikal dari ibu kepada bayi, dapat terjadi pada saat di dalam kandungan, pada saat proses kelahiran atau setelah lahir. Penularan secara horizontal dapat terjadi melalui kontak yang erat dengan anggota keluarga yang mengidap hepatitis B.Bagaimana Cara Penularannya ?
Infeksi VHB terutama ditularkanmelalui darah/cairan tubuh. Pada bayi dan anak-anak, penularan dapat terjadi secara vertikal maupun horizontal. Penularan dari ibu kepada bayi (secara vertikal), dapat terjadi pada saat di dalam kandungan, pada saat proses kelahiran atau setelah kelahiran. Penularan secara horizontal dapat terjadi melalui kontak erat dengan anggota keluarga.
Apa Akibat Infeksi Virus Hepatitis B ?
Virus Hepatitis B dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis (menahun), dan merupakan salah satu penyebab utama hepatitis kronis dan kanker hati.
Bila infeksi terjadi pada usia dini, risiko menjadi kronis lebih tinggi. Bila bayi terinfeksi sebelum usia 1 tahun, risiko menjadi kronis sebesar 90 % sedangkan bila infeksi terjadi pada usia 2-5 tahun maka risiko menjadi kronis berkurang menjadi 50 % bahkan bila infeksi terjadi pada usia di atas 5 tahun maka risiko menjadi 5-10 %
Bagaimana Cara Mencegahnya ?
Vaksinasi sedini mungkin adalah tindakan pencegahan yang paling tepat, karena di daerah yang prevalensinya cukup tinggi sulit untuk menghindar dari kemungkinan tertular infeksi ini. Untuk mencegah penularan secara vertikal, setiap ibu hamil dianjurkan periksa HBsAg, agar dokter dapat mengambil keputusan dalam penanganan ibu hamil selanjutnya, dan agar bayi yang lahir dari ibu pengidap segera diberi imunisasi.
Pemeriksaan Serologi Pada Penerima Vaksin
Beberapa pemeriksaan serologi yang sering digunakan sebagai penanda infeksi hepatitis B adalah :
- HBsAg
Sebagai penanda awal infeksi Virus Hepatitis B. HBsAg yang menetap lebih dari 6 bulan menunjukan adanya infeksi kronis
- Anti HBc
Merupakan penanda untuk menyaring pengidap yang sedang berapa pada masa “jendela”, yaitu masa dimana HBsAg sudah menghilang tetapi Anti HBs belum muncul, sehingga Anti HBc merupakan satu-satunya pengenal infeksi hepatitis B
- Anti HBs
Merupakan penanda yang menunjukan adanya kekebalan tubuh setelah infeksi.
Uji Saring Pra-Vaksinasi
Pemeriksaan Uji Saring Pra-Vaksinasi tidak dianjurkan sebelum imunisasi rutin pada bayi. Uji Saring Pra-vaksinasi perlu dilakukan pada anak-anak yang memiliki risiko tinggi untuk tertular (karena Indonesia termasuk negara dengan prevalensi hepatitis B yang tinggi), lebih-lebih bila berasal dari keluarga pengidap.
Evaluasi Pasca-Vaksinasi
Pemeriksaan untuk Evaluasi Pasca-Vaksinasi dilakukan 1-2 bulan setelah vaksinasi terakhir, terutama pada mereka yang mempunyai risiko tinggi, yaitu :
- Anak-anak dari ibu pengidap
- Anak retardasi mental
- Tranfusi berulang, hemodialisis, transplantasi
- Kontak serumah/erat
- Tenaga medis
- Pengguna obat yang diberikan melalui vena, dan lain-lain

Pustaka Rujukan :
- Oswari, H., Tinjauan Multi-aspek Hepatitis B pada Anak, Naskah Lengkap PKB-IKA XLIII : Tinjauan Komprehensif Hepatitis Virus Pada Anak, FKUI Jakarta, 2000
- Soemara, L.H., Vaksinasi Hepatitis B, Naskah Lengkap PKB-IKA XLIII : Tinjauan Komprehensif Hepatitis Virus Pada Anak, FKUI Jakarta, 2000
- Pujiarto,P.S., Kebijakan Tatalaksana Hepatitis Virus A, B, C pada Anak di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Naskah Lengkap PKB-IKA XLIII : Tinjauan Komprehensif Hepatitis Virus Pada Anak, FKUI Jakarta, 2000.