banner
banner

Partners

banner
 
 

Artikel Bebas

Artikel-Perawatan Hepatitis
Hepato-Bilier & Gastrointestinal RS Medistra Print E-mail

Sumber : Tim Hepato-bilier & Gastrointestinal RS Medistra Jakarta ; Info Medistra Vol.3/Juni 2009

Pelayanan Terpadu Hepato-Bilier & Gastrointestinal RS Medistra

Lengkap dan Canggih

Layanan Hepato-Bilier & Gastrointestinal RS Medistra tak hanya melibatkan dokter dari berbagai bidang. Namun, layanan ini juga dilengk api dengan teknologi terapi yang canggih dan lengkap. Di antaranya Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography (ERCP), dan Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage (PTBD)
 
Upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di dunia perumahsakitan dilakukan antara lain dengan pelayanan terpadu dan komprehensif. Di RS Medistra tersedia penanganan terpadu kasus hepato-bilier gastrointestinal guna menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang bermutu.
Read more...
 
Teknologi Terkini Penilaian Kerusakan Hati (dr. C. Rinaldi A Lesmana) Print E-mail

Sumber : Info Medistra Vol.3 / Juni 2009

Ditulis oleh : dr. C.Rinaldi A.Lesmana, Sp.PD

FIBROSCAN merupakan alat untuk menilai kerusakan yang terjadi di dalam hati. Fasilitas terbaru ini dapat menjadi alternatif pemeriksaan biopsi hati yang cukup invasif.

Meskipun teknik pengerjaannya sangat mudah, lebih mudah daripada pemeriksaan ultrasonografi dan juga tidak perlunya persiapan seperti puasa. Tetapi, yang mengoperasikan alat ini haruslah seseorang yang sangat mengerti untuk menjelaskan interpretasi hasilnya.

Read more...
 
Penatalaksanaan Penderita Sirosis karena Hepatitis B (RS. Biomedika Mataram) Print E-mail
Sumber : Artikel RS. Biomedika Mataram (Posting awal di : 5 Mei 2009 di  http://biomedikamataram.wordpress.com/ )
 
Ditulis : Soewignyo Soemohardjo, Sthepanus Gunawan dan Baskoro Tri Laksono. Rumah Sakit Biomedika Mataram, Indonesia.
 
INTRODUKSI
 
Sebagian besar sirosis hati di Indonesia disebabkan karena infeksi virus hepatitis B. Karena itu dalam tulisan ini pembicaraan kita batasi pada sirosis karena hepatitis B.
 
Kebanyakan dokter yang merawat pasien dengan sirosis akibat hepatitis B hanya memberikan obat-obat berupa hepatoprotektor atau vitamin atau memberikan diuretik jika pasien udema. Sebenarnya banyak dokter tidak tahu pada tingkat apa pasien sirosis tersebut, apakah yang masih bisa dilakukan terhadap pasien tersebut. Dan yang menjadi kebiasaan bagi banyak dokter adalah memberikan berbagai larangan dietaris yang diberikan kepada pasien sirosis hati yang sudah mempunyai nafsu makan yang kurang. Sebagai contoh keharusan mengurangi lemak. Apakah sesungguhnya larangan-larangan itu bermanfaat? Menurut pendapat para ahli lemak tidak usah dipantang pada penderita sirosis(1).
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 4 of 10

Berbagi Bersama Kami

banner

Partners

Media Sosial

 

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini508
mod_vvisit_counterKemarin639
mod_vvisit_counterMinggu Ini1851
mod_vvisit_counterBulan Ini13526