banner
banner

Partners

banner
 
 

Artikel Bebas

Artikel-Perawatan Hepatitis
Farmacia, Simposia : Mewaspadai Efek Lanjutan Infeksi HBV Print E-mail

Sumber : FARMACIA,Simposia  (September 2006/Vol 6 no.2)

Pengobatan tuntas merupakan kunci tatalaksana infeksi hepatitis B. Pengobatan yang tidak adekuat akan memunculkan masalah baru yang lebih berat  

Infeksi virus hepatitis B (HBV) tanpa pengobatan yang tuntas berpeluang menimbulkan efek lanjutan yang lebih berbahaya. Perlukaan pada hati (liver injury) misalnya. Kondisi yang diawali infeksi hepatitis B kronik (chronic hepatitis B / CHB) ini ditandai dengan kadar ALT (alanine aminotransferase) serta kadar HBV DNA yang juga tinggi. Lebih buruk lagi adalah hepatocelluar carcinoma (HCC). Kadar HBV DNA yang tinggi pada HCC menunjukkan track pengobatan yang buruk.

Dr. Man Fung Yuen, MD, Phd dari Queen University, Hongkong, dalam Liver Update 2006,  yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, 28 - 30 Juli lalu mencoba melihat perkembangan objektif kasus CHB yang berkembang menjadi HCC.

Read more...
 
Adefovir Dipivoxil, Harapan Baru Penderita Hepatitis B (Suara Karya Online) Print E-mail
Sumber dari Suara Karya online, 17 maret 2006 (Dengan sedikit editing)

Peluang sembuh bagi penderita penyakit hati (Hepatitis) B saat ini semakin tinggi dengan ditemukannya obat hepatitis generasi terbaru, Adefovir Dipivoxil. Obat yang diproduksi perusahaan farmasi dunia, GlaxoSmithKline dengan nama dagang HEPSERA tersebut mampu menekan virus Hepatitis B dan memperbaiki jaringan hati.
 
Ahli hepatologi Prof. Dr. Nurul Akbar mengatakan, penemuan obat baru tersebut merupakan lompatan besar dalam penatalaksanaan penyakit Hepatitis B kronis. Karena obat oral hepatitis B yang selama ini dipakai jutaan orang di dunia dan masuk kelompok nukleosida analog dengan nama dagang Lamivudine tidak mampu mengatasi mutasi atau resistensi yang sering terjadi setelah 1 tahun pemakaian obat tersebut.
Read more...
 
Program B-Care Print E-mail

AJAK MASYARAKAT PEDULI HEPATITIS B, Suara Karya On line , 8 Maret 2006

Satu kesadaran baru tentang penyakit Hepatitis B agaknya perlu dibangun di kalangan keluarga Indonesia. Bukan karena hepatitis B telah menjadi masalah kesehatan global yang telah diidap hampir 2 miliar orang, tetapi juga karena Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi yang mana prevalensi HbsAg (+) di kalangan individu sehat sudah mencapai 3,17 persen

"Bila tidak diantisipasi sejak dini, penyakitnya akan berkembang menjadi hepatitis B kronis yang sangat beresiko terkena sirosis atau kanker hati" kata Prof Dr. Ali Sulaiman SpPD KGEH, ketua divisi hepatologi FKUI-RSCM dalam acara seminar sekaligus peluncuran program B-Care -- satu program kampanye untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya hepatitis B, di Jakarta. Program B-Care digagas Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan 2 perusahaan farmasi kelas dunia GlaxoSmithKline dan Dexa Medica.

Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 7 of 10

Berbagi Bersama Kami

banner

Partners

Media Sosial

 

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini529
mod_vvisit_counterKemarin639
mod_vvisit_counterMinggu Ini1872
mod_vvisit_counterBulan Ini13547