banner
banner

Partners

banner
 
 

Artikel Bebas

Tulisan Pribadi
Paradigma "KITA" Print E-mail
Ditulis oleh : Edhie Purwanto (Ketua Yayasan Budi Lukmanto, Staf pengajar Universitas "BINA NUSANTARA"

Buku Emotional Branding, The New Paradigm for Connecting Brand to People (Allworth Press, 2001), yang dibahas beberapa waktu lalu, bertujuan untuk membuat orang mengenal secara emosi sebuah produk, memberi ilham kepada saya. Bagaimana kalau konsep tersebut tidak hanya dilingkungan perusahaan, tetapi juga dalam konsep berbangsa dan bernegara. Memang saya belum membaca buku tersebut, tetapi sekilas, kita analogikan bahwa seluruh rakyat adalah karyawan dan juga konsumen, ingin membuat negara kita Indonesia tercinta ini, - memiliki produk yang mampu menarik hati konsumen pada tataran paling dalam melalui emosi dan perasaan -.

Kalau kita mengamati situasi yang berkembang akhir-akhir ini,  terlihat sekali ketidak jelasan arah dan tujuan yang akan kita capai. Suatu kejadian muncul, banyak sekali orang membahas dan memberikan persepsinya akan kejadian tersebut. Memang pro dan kontra timbul, tetapi masih atau terkadang lebih banyak yang memandang hal itu negatif. Sebagai contoh, proses permasalahan korupsi yang ramai diberitakan. Membuat orang bingung dan memunculkan kelompok-kelompok yang malah berseteru, karena masing-masing meliki persepsi yang berbeda-beda.

Read more...
 
Keseimbangan Print E-mail

Ditulis oleh : Edhie Purwanto (Ketua Yayasan Budi Lukmanto, Staf pengajar Universitas "BINA NUSANTARA") dan Pernah di muat di majalah Swa Sembada.

Keseimbangan memiliki makna sangat dalam dan berlaku dalam setiap aspek kehidupan. Orang yang hidupnya seimbang cenderung lebih tenang.  Orang seperti ini biasanya bukan tipe workaholic atau pekerja keras (hard worker), yang gemar lembur hingga larut malam, melupakan keluarga dan lingkungan sosialnya. Orang yang seimbang, lebih memilih menjadi pekerja cerdas (smart worker), yang menggunakan seluruh sumber dayanya secara efisien dan efektif, untuk menghasilkan produktivitas yang tak kalah – bahkan acap melebihi – dibanding pekerja keras. Orang yang seimbang mampu membagi waktu antara bekerja dan menikmati hasil kerja. Ia hidup secara proporsional : bekerja dengan sungguh-sungguh, makan, berolahraga, berlibur dengan teratur, bersosialisasi dengan baik, dan taat beribadah.
Read more...
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 3 of 3

Berbagi Bersama Kami

banner

Partners

Media Sosial

 

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini505
mod_vvisit_counterKemarin639
mod_vvisit_counterMinggu Ini1848
mod_vvisit_counterBulan Ini13523