banner
banner

Partners

banner
 
 

Artikel Bebas

P = K * S Print E-mail

Ditulis oleh : Edhie Purwanto (Ketua Yayasan Budi Lukmanto, Staf pengajar Universitas "BINA NUSANTARA")

Huruf-huruf tersebut bukanlah merupakan kependekan dari nama sebuah partai, namun merupakan  kependekan dari sebuah rumusan yang menurut saya memiliki makna cukup penting. Masing-masing huruf, P adalah kependekan dari kata Prestasi atau performance, sedang K adalah Kompetensi dan S adalah Sistem. Prestasi adalah hasl dari sebuah kompetensi yang bekerja atau bergulir dalam sebuah sistem. Prestasi tidak mungkin muncul hanya dengan kompetensi saja tanpa sistem atau prestasi tidak mungkin muncul hanya dengan sistem saja tanpa kompetensi. Keduanya memiliki peran yang signifikan terhadap munculnya prestasi.

Jika dicermati banyak orang Indonesia yang memiliki kompetensi baik lunak maupun keras, mereka mampu berprestasi pada perlombaan tingkat internasional (misal olimpiade matematika atau fisika) dan mendapatkan medali, banyak pula tenaga kerja Indonesia yang bekerja diperusahaan besar dunia seperti Yahoo atau Google dan mereka diperhitungkan sebagai tenaga yang profesional, namun hal tersebut serta merta membuat negara kita dapat berkembang dan menjadi lebih maju. Pasti ada salah satu yang kurang entah itu S atau K yang lunaknya sehingga P tidak terwujud. Begitu juga dengan sebuah perusahaan, sering melakukan rekrutmen untuk mendapatkan kandidat yang memiliki kompetensi bagus, namun ketika masuk kedalam lingkungan dengan S yang kurang tertata baik, maka tentulah prestasi yang diharapkan akan lambat terlihat.

 

Kompetensi, adalah suatu daya atau resource yang dimiliki baik oleh individu maupun sebuah unit organisasi, jika dipilah maka kompetensi di sini dapat dibagi menjadi dua, yaitu kompetensi lunak (soft competency) dan kedua adalah kompetensi keras (hard competency). Kompetensi keras adalah daya yang dimiliki seseorang karena pengetahuan dan ketrampilannya, bisa juga disebut dengan kecerdasan dan kecekatan. Kompetensi ini didapat karena seseorang belajar dan mengekplorasikan apa yang dipelajari kepada kasus-kasus yang dihadapinya, semakin banyak menghadapi kasus maka akan semakin meningkat pula kompetensi keras yang dimiliki seseorang. Kesempatan seringkali menjadi pendukung utama dari seseorang dalam meningkatkan kompetensi keras yang dimiliki, semakin banyak kesempatan yang dimiliki, semakin banyak pula kasus yang akan dihadapi, semakin cerdas dan semakin cekatan pulalah seseorang.

Kompetensi lunak adalah daya yang dimiliki seseorang karena sikap mentalnya, contoh nyata dari kompetensi lunak ini adalah kepatuhan terhadap aturan, kejujuran dalam bertugas, memiliki etika yang baik, semangat yang tidak mudah menyerah, dan lain-lain yang muncul lebih dominan dari dalam diri seseorang itu sendiri daripada proses pembentukan lingkungan. Kompetensi lunak kadang disebut juga dengan Emotional Quotient (EQ) dan menjadi faktor yang sangat penting. Bahkan Harvard University pernah melakukan penelitian bahwa keberhasilan seseorang sekitar 85% ditentukan oleh kompetensi lunak tersebut.

Sistem merupakan perangkat penting dalam sebuah organisasi, sistemlah yang membuat kompetensi bergulir dengan lebih cepat, karena dalam sistem tertulis dengan jelas aturan main dari ekspresi kompetensi, dalam sistem pula tercantum ukuran-ukuran yang menunjukan apakah kompetensi yang dimiliki mampu menghasilkan prestasi sesuai harapan. Tanpa adanya sistem, maka akan tidak jelas atau mandul lah kompetensi yang dimiliki.

Dalam artikel lain saya pernah menuliskan ada 3 sistem dalam sebuah organisasi, pertama adalah Sistem Fisik. Sistem ini terkait pengaturan arus fisik atau istilahnya SOP (Standard Operating Procedure), yang merupakan turunan dari Struktur Organisasi, menjabarkan bagaimana sebuah proses fisik mengalir dalam sebuah organisasi, siapa penanggung jawabnya, dokumen apa yang harus mengikutinya dan berapa lama proses harus diselesaikan. Tanpa sistem ini sebuah organisasi akan berjalan, namun seperti bola yang digiring kesana kemari tanpa tujuan untuk membuat sebuah Goal, pemain atau karyawan menunggu datangnya bola kemudian berusaha menendangnya sehingga tanggung jawabnya lepas. Sangat jarang jika tanpa sistem ini, karyawan berinisiatif, atau pemain menjemput bola, karena ada kekawatiran untuk melakukan suatu kesalahan.

Kedua adalah Sistem Informasi. Era Teknologi Informasi (TI) sudah berkembang sangat pesat, memungkinkan proses-proses dalam sistem fisik ditunjang dengan TI sehingga mampu mempercepat proses, walaupun di lokasi yang berjauhan. Informasi menjadi suatu alat yang luar biasa dalam pengambilan keputusa, namun jika sistem informasinya tidak didukung oleh sistem fisik, maka Teknologi informasi yang dimiliki pasti tidak mampu menghasilkan informasi yang luar biasa. Banyak organisasi yang berani investasi besar dalam hal TI nya karena membutuhkan informasi yang cepat dan akurat, namun untuk menghasilkan yang cepat dan akuran bukan karena besarnya investasi, pertama harus dipertanyakan apakah sistem fisiknya sudah tersusun rapi dan berjalan baik ?.

Ketiga adalah Sistem Pengembangan, sistem ini berbicara tentang proses pengembangan terhadap karyawan yang dimiliki, memandang karyawan bukan hanya aset saja namun lebih luas adalah investasi. Dalam konsep kepemimpinan, faktor terbesar yang dapat mempengaruhi karyawan untuk termotivasi adalah pengembangan karyawan. Mereka melihat seberapa besar kesempatan untuk belajar dalam perusahaan, mereka ingin tidak hanya belajar disekolah, namun juga di tempat kerja. Dalam sistem pengembangan ini juga jenjang karir dan remunerasi yang kompetitif. Karyawan yang memiliki kompetensi di atas rata-rata memiliki peluang besar untuk mencari pekerjaan yang memiliki tanggung jawab lebih, tentunya dengan harapan berdampak kepada remunerasi yang akan diterimanya.

P=K*S, adalah sebuah rumusan yang jelas, Prestasi akan cepat dan jelas terwujud ketika Kompetensi berada dalam Sistem yang tepat.

 

------ End  

 

Dibaca 4472 kali.
 

Berbagi Bersama Kami

banner

Partners

Media Sosial

 

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini505
mod_vvisit_counterKemarin639
mod_vvisit_counterMinggu Ini1848
mod_vvisit_counterBulan Ini13523