banner
banner

Partners

banner
 
 

Artikel Bebas

Komplikasi Sirosis Hati (Ethical Digest) Print E-mail
Sumber : Majalah Ethical Digest No. 113, Tahun X, Juli 2013
 
Sirosis yang dekompensata berujung pada hipertensi portal dan menyebabkan berbagai komplikasi. Menurunkan tekanan pada pembuluh darah portal dapat mencegah komplikasi.
 
Hepatitis merupakan penyakit menahun, yang berkembang menjadi sirosis setelah 15-20 tahun. Di saat itu terjadi perubahan anatomi dan struktur hati. "Pada sirosis yang terkompensasi, fungsi hati masih cukup baik. Tapi pada sirosis yang dekompensasi, sudah minimal sekali fungsi hatinya dan sudah terjadi komplikasi", kata dr. Andri Sanityoso Sulaiman, SpPd-KGEH, staf divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RS Ciptomangunkusumo.
 
Sebenarnya, kapasitas fungsi hati sangat besar. Kalau fungsinya masih tersisa 20% saja, hati masih bisa berfungsi. kalau sudah di bawah itu, komplikasi mulai muncul. Kalau sudah muncul gejala komplikasi sirosis, berarti fungsi hati sudah di bawah 20%.
 
Pada sirosis yang sudah dekompensasi, hati sudah mengalami kerusakan. Pembuluh darah akan mengalami sumbatan, menyebabkan peningkatan tekanan darah di vena porta, yang disebut hipertensi portal, berkembang berbagai komplikasi lain seperti pendarahan esophageal, asites dan ensefalopati hepatik.
 
"Kalau komplikasi-komplikasi sirosis berlanjut, yang paling berbahaya adalah varises esofagus" kata dr. Andri. Tekanan porta yang meningkat menyebabkan asites, yaitu pengumpulan cairan dalam rongga perut. Sehingga, perut pasien jadi buncit. Bisa terjadi ensefalopati hepatik. Bisa juga terjadi sindroma hepatorenal.
 
Pembentukan Varises.
 
Untuk yang varises, semakin tinggi tekanan darah di vena porta, aliran darah mengalir balik. Aliran darah  akan mencari pintasan, supaya bisa melewati tekanan yang tinggi. "Kolateralnya adalah di vena esofagus. Akibatnya tekanan di situ juga akan tinggi. Sehingga, vena yang awalnya ada di submukosa, akan menonjol keluar dalam lumen esofagus," ucap dr. Andri. Ini yang berbahaya. Batasan tekanan porta adalah 10 mmhg. Kalau sudah lewat dari nilai tersebut, akan terbentuk varises. Kalau lebihtinggi lagi, melewati 12 mmHg, kemungkinan pecahnya varises semakin besar.
 
Pengobatan Hipertensi Portal
 
Pengobatan hipertensi portal,  difokuskan pada mengelola atau mencegah komplikasi, terutama pendarahan varises. Diet, obat-obatan, terapi endoskopik, pembedahan dan prosedur radiologi, semua memiliki peran dalam mengobati atau mencegah komplikasi. Perawatan lainnya, tergantung pada tingkat keparahan gejala, dan pada seberapa baik hati berfungsi.
 
Terapi endoskopi biasanya merupakan pengelolaan lini pertama, untuk pendarahan varises. Biasanya dilakukan dengan pengikatan menggunakan karet dan skleroterapi. Pengikatan adalah prosedur; ahli gastroenterologi menggunakan karet gelang memblokir pembuluh darah. Skleroterapi kadang-kadang digunakan ketika pengikatan tidak dapat dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikan suatu larutan ke dalam varises yang mengalami pendarahan, untuk menghasilkan bekas luka.
 
Beta Blockers nonselektif (nadolol atau propanolol), dapat diberikan sebagai monoterapi atau dikombinasi dengan terapi endoskopik, untuk mengurangi tekanan pada varises dan mengurangi resiko pendarahan ulang. Beta Blockers nonselektif, juga diresepkan untuk mencegah pendarahan variesal pertama, pada pasien dengan varises yang beresiko mengalami pendarahan. Pengikatan variseal esophageal juga telah digunakan untuk tujuan itu, terutama pada pasien yang tidak toleran terhadap beta blockers.
 
Sebuah temuan baru yang dipublikasikan di jurnal Gastroenterology edisi Mei 2009 menyebutkan, Simvastatin efektif menurunkan tekanan portal dan memperbaiki pertusi hati pada pasien dengan sirosis. "Simvastatin memperbaiki generasi oksida nitrat di hati, dan disfungsi endotel hepatik pada pasien sirosis. Jadi, obat ini bisa menjadi terapi yang efektif pada hipertensi portal", kata seorang peneliti, Dr. Jaime Bosch, dari Universitas Barcelona, Spanyol.
 
Pilihan Pengobatan Lain.
 
Bagi mereka dengan hipertensi portal, jika terapi  endoskopik, terapi obat, dan/atau perubahan diet tidak berhasil mengendalikan pendarahan varises. Ada beberapa pilihan pengobatan. Tujuannya untuk mengurangi tekanan dalam pembuluh darah. Prosedur dekompresi meliputi :
 
  • Transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS) : Prosedur ini mencakup pemasangan stent (suatu alat berbentuk pipa) di tengah-tengah hati. Sten menghubungkan vena hepatik dengan vena portal.
  • Distal splenorenal shunt (DSRS) : Prosedur ini menghubungkan vena dari limpa ke vena di ginjal kiri, untuk mengurangi tekanan pada varises dan mengendalikan pendarahan.
 
 
------ End
 
Dibaca 6523 kali.
 

Berbagi Bersama Kami

banner

Partners

Media Sosial

 

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini220
mod_vvisit_counterKemarin275
mod_vvisit_counterMinggu Ini1419
mod_vvisit_counterBulan Ini1419